free website hit counter Bikin Foto .:: BLOG TEKNIK FOTOGRAFI Bikin Foto
WHAT'S NEW?
Loading...
Belajar fotografi dengan kamera DSLR

Sebuah gambar atau hasil jepretan kamera yang bernilai tinggi dan berkualitas adalah gambar yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan maupun ekspresi yang diperoleh dari hasil jepretan kamera. Pesan yang bagus adalah pesan yang jelas, tegas dan efektif. Tentunya pesan yang disampaikan harus mengena ke hati penikmat foto, seperti sebuah kritik sosial atau pesan kemanusiaan.

Untuk mendapatkan hasil gambar yang baik ada berbagai faktor yang mempengaruhi hasil dan kualitas gambar yang kita ambil dari suatu obyek. Faktor tersebut antara lain kualitas kamera, cahaya, lingkungan dan lokasi pengambilan foto.

Penjelasan Dasar – Dasar Fotografi

1. Focusing

Adalah bukaan, atau ketajaman camera kepada objek gambar. Focusing di pengaruhi oleh lebar dan sempitnya diafragma. Besarnya diameter terbukanya diafragma akan membuat cahaya yang masuk menjadi lebih banyak, sehingga pajanan cahaya bertambah dan akibatnya tingkat keterangan foto bertambah, demikian pula sebaliknya. Pengaruh lain dari bukaan adalah terjadinya perbedaan ruang ketajaman. Angka bukaan yang kecil menyebabkan ruang ketajaman berkurang. Sebaliknya angka bukaan yang kecil akan menyebabkan ruang ketajaman bertambah.

2. Speed

Speed atau kecepatan rana adalah lamanya shutter terbuka. Shutter adalah alat di kamera yang bekerja dengan membuka dan menutup dimana fungsinya mengatur lamanya cahaya yang masuk ke dalam kamera agar ditangkap oleh sensor.
Dengan mengatur kecepatan shutter, kita bisa mengatur apakah objek bergerak yang kita foto bisa menjadi diam atau ada alur pergerakannya. Satuan Speed/kecepatan, ditampilkan sebagai berikut Jarak pada tiap tiap ukuran kecepatan ini disebut 1 stop. Sedangkan satuan Speed/kecepatan, pada kamera ditampilkan sebagai berikut : *cara membacanya : 1000 berarti 1/1000 detik, sedangkan 1 detik tertulis 1”
Secara Logika, semakin cepat shutter terbuka maka semakin sedikit cahaya yang terekam, sehingga cahaya yang diterima sensor lebih sedikit dimana akan menghasilkan gambar beku.
Sedangkan semakin lambat shutter terbuka, maka cahaya yang terekam akan semakin banyak, sehingga gambar yang terekam akan menjadi berbayang atau berkesan bergerak/blur.

3. Diafragma :

Diagfragma adalah besarnya bukaan pada lensa.Semakin kecil angka, semakin besar bukaannya. Jumlah cahaya yang melewati lensa dikendalikan oleh lubang bukaan. Nilai aperture menunjukkan seberapa banyak cahaya dapat melewati.
Karena itu dinyatakan sebagai f/2.8, f/16, dll, aperture juga disebut “F angka.” F / 1 mewakili nilai bukaan maksimum. Ketika bukaan menjadi setengahnya, hal itu disebutF/2, Ketika seperempat dari ukuran bukaan penuh, itu adalah F / 4. Semakin besar penyebut atau f-nomor, semakin kecil ukuran bukaan dan cahaya kurang dapat melewati. Intinya, dengan bukaan besar, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, sedangkan bukaan kecil cahaya yang masuk lebih sedikit. Hal ini akan berpengaruh pada ruang tajam (dept of field) pada foto yang kita ambil.
Kita lihat sebagai contoh foto yang diambil dengan bukaan besar (F Angka kecil), Pada diagfragma bukaan besar (F angka kecil) gambar yang ditangkap akan tajam pada bagian depan, belakang akan kabur. Selanjutnya contoh foto yang diambil dengan bukaan kecil (F Angka besar), Pada diagfragma bukaan kecil (F angka besarl) gambar yang ditangkap akan tajam pada keseluruhan gambar.

4. ISO

ISO adalah ukuran kepekaan Sensor terhadap Cahaya.
Pada masa kamera Film dulu, ISO dikenal juga sebagai ASA.
Pada masa kamera film, media perekam cahaya adalah berada di Film. Sedangkan pada saat sekarang, di era kamera digital, perekam cahaya adalah berada di Sensor. Angka pada ISO yang semakin besar mempunyai arti kepekaan terhadap cahaya semakin besar, dalam arti kata lain, dengan ISO tinggi maka akan dapat menangkap cahaya lebih banyak dalam cahaya minim dibandingkan dengan ISO rendah. Dengan ISO tinggi, warna warna yang dihasilkan akan lebih kaya, karena kepekaan terhadap cahaya dari sensor tersebut dinaikkan sehingga akan lebih kaya akan warna.

Kelemahan dari ISO tinggi adalah timbulnya Noise. Noise bisa diartikan pecahnya gambar. Semakin tinggi ISO maka akan semakin banyak Noise yang dihasilkan pada foto. Tiap kamera mempunyai kadar noise yang berbeda, hal ini dipengaruhi dari type sensornya, umumnya kamera yang menggunakan Sensor CMOS mempunyai noise yang lebih sedikit dari kamera yang menggunakan Sensor CCD.

Kedua jenis sensor ini adalah jenis sensor yang umum digunakan pada kamera digital sekarang ini. Merek kamera sejenis yang menggunakan sensor sama namun berbeda type juga mempunyai kadar noise yang berbeda. Sekali lagi, walaupun menggunakan sensor yang sama, kadar noisenya bisa berbeda. Untuk itu kenali kamera anda dan cari tau pada ketinggian ISO berapa kadar noisenya bisa dimaklumi.

Mirrorless vs DLSR



Pertanyaan yang sangat sering saya dapat di akun Twitter saya adalah bagus mana kamera mirrorless (MLC) dan digital single-lens reflex (DSLR). Itu adalah pertanyaan yang wajar dilontarkan karena memang MLC adalah barang yang relatif baru di dunia fotografi.

Jawaban untuk pertanyaan tadi jelas tidak ada karena itu pertanyaan yang tidak berdasar. Mirip pertanyaan ini, kuat mana antara orang Sumatera dan orang Bali? Artinya, orang Sumatera yang mana dan orang Bali yang mana dulu?

MLC seharga Rp 15 juta jelas jauh lebih baik dalam segalanya dibandingkan dengan DSLR seharga Rp 5 juta. Dengan kata lain, sesungguhnya MLC bukanlah kamera aneh atau kamera setara DSLR yang menganut paham ada harga ada mutu. MLC semata DSLR yang dibuang cermin (mirror)-nya sehingga disebut ”tanpa cermin” alias mirrorless.

Cobalah melepas lensa yang ada pada sebuah DSLR. Di lubang lensa itu, Anda pasti akan melihat sebuah cermin yang dipasang miring. Nah, cermin itulah yang merupakan ciri khas DSLR. Cermin itu memantulkan imaji dari lensa ke viewfinder bagi sang fotografer.

Di era fotografi film, cermin itu wajib hadir sebab hanya itulah ”komunikasi” antara dunia nyata dan mata fotografer. Di dunia fotografi digital, cermin itu tidak diperlukan lagi karena sensor kamera (pengganti film) bisa langsung mengirimkan imaji kepada fotografer baik ke layar LCD maupun ke viewfinder elektronik.

Cermin di DSLR membutuhkan sistem yang rumit dan harus sangat akurat. Akibatnya, ada harga tambahan yang harus dibayar pembeli kamera. Maka, MLC sesungguhnya sudah melakukan penghematan dengan pembuangan sistem reflex pada cermin itu.

Faktanya, MLC memang kecenderungan kamera digital di masa depan. Kini, semua merek kamera besar sudah memiliki MLC setelah Canon akhirnya melepas EOS-M akhir tahun lalu.

Sistem MLC akhirnya meleburkan dua sistem sekaligus, yaitu DSLR dan range finder camera (RFC). Leica seri M, yang termasuk RFC, setelah memasuki sistem digital, akhirnya menjadi sama dengan MLC yang lain.

MLC kelas premium

Bahwa MLC akan menjadi kecenderungan masa depan terlihat dari beberapa kenyataan. Yang paling menonjol adalah kembalinya Fuji Film ke kancah perkameraan, bahkan langsung mengusung MLC kelas premium, Fuji X-1Pro. Kamera yang harganya di atas Rp 20 juta ini jelas menunjukkan keoptimisan Fuji bahwa MLC memang sasaran ke depan mereka. Di beberapa kalangan, seri Fuji XF ini disebut-sebut sebagai Leica Jepang.

Sekadar informasi, kamera Leica M-9, yang kategori MLC, adalah kamera yang harga kameranya saja tanpa lensa sekitar Rp 80 juta.

Olympus pun demikian. Setelah menjadi pelopor MLC dengan seri PEN-nya, merek yang berbau Eropa padahal Jepang ini kini menjagokan seri premium mereka, yaitu seri OMD, yang harganya belasan juta rupiah. Demikian pula Sony yang memiliki MLC kelas belasan juta rupiah, NEX-7.

Pentax yang sempat terseok saat memasuki era digital juga terjun di MLC bahkan dengan dua sistem sekaligus, yaitu sistem K yang memakai sensor APSC dan mounting lensa K, serta sistem Q yang mungil.

Jangan dilupakan pula pemain baru Panasonic yang kini berkonsentrasi di MLC dengan seri G-nya yang memakai sistem kembar dengan Olympus, yaitu sistem Fourthirds. Demikian pula pemain ”sangat baru” Samsung yang sudah menggebrak dengan kamera MLC-nya yang berseri NX.

Yang agak mengundang pertanyaan adalah Nikon yang bertahan pada MLC dengan sensor sangat kecil. Sebagai informasi, Leica M-p memakai sensor berukuran 36 mm x 24 mm (disebut fullframe), sedangkan Fuji X, EOS-M, Pentax K, Samsung NX, dan Sony NEX memakai sensor APSC yang sedikit lebih kecil daripada fullframe, yaitu 23,4 mm x 15,6 mm (ukuran APSC berbeda-beda sedikit antarmerek). Olympus dan Panasonic memakai sensor Fourthirds yang berukuran 17,3 mm x 12,98 mm.

Ukuran sensor Nikon seri J dan V adalah 13,2 mm x 8,8 mm, sangat kecil dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Yang bisa dibayangkan pada MLC Nikon adalah mungkin perusahaan ini memikirkan masa depan di mana sensor kecil pun menghasilkan gambar bagus. Maka, di masa depan, sensor kecil, seperti seri V dan J dari Nikon, mungkin makin menjadi pilihan karena kemungilannya.

Pertanyaan penting lain, kalau beli kamera sekarang, lebih baik MLC atau DSLR?

Jawabannya tentu tidak semudah itu. Kalau Anda fotografer olahraga, MLC belum bisa dijadikan pilihan karena secara umum MLC belum ada yang bisa memotret belasan bingkai per detik selayaknya DSLR, seperti EOS- 1DX atau Nikon D4. Namun, kalau Anda butuh kamera untuk menemani perjalanan, MLC adalah pilihan lebih bijaksana karena lebih ringan dan mungil.

Berikut ini adalah sebuah kenyataan yang mungkin membantu Anda memutuskan saat akan membeli kamera digital.

Kamera telepon genggam 8 megapiksel ke atas, kamera saku 8 megapiksel ke atas, dan DSLR hasilnya tak bisa dibedakan dengan mata telanjang bila:

1. Cahaya saat pemotretan melimpah, misalnya siang hari cerah.

2. Fotonya hanya dicetak sampai 30 cm x 20 cm saja.

3. Adegan yang dipotret tidak bergerak atau kalaupun bergerak tidak terlalu cepat.
Mengintip lensa full-frame baru Sony
Pabrikan Sony telah resmi merilis sepasang lensa full-frame baru untuk sistem kamera e-mount mereka yang diklaim sebagai lensa full-frame yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pendahulunya.

Seperti dilansir Fotokita.net, lensa zoom FE-70-300mm F4.5-F5.6 G OSS mewakili lensa E-mount Sony a pertama yang sanggup mencapai panjang focal 300mm, denan kemampuan menangkap gambar resolusi tinggi.


Sementara lensa baru yang lainnya, yaitu FE 50mm F1.8 didesain sangat mungil, relatif ringan, dengan harga terjangkau, membuatnya jadi pilihan ideal bagi para pemotret yang ingin memiliki lensa dengan bukaan tinggi tapi enggan merogoh kocek terlalu dalam.
Melihat kemampuan Canon EOS 700D

Melihat kemampuan canon EOS 700DSensor/Resolusi: APS-C CMOS / 18 Megapixel
Prosesor Digic: 5
Format Gambar: RAW,  JPEG, Video (Format Motion JPEG)
Layar LCD: 3,0 inci, 1.040.000 Pixel
Kecepatan Shutter: 30-1/4000 detik
Sensitivitas ISO: 100 - 12800 (25600)
Mode Ekposur: Auto, Program, Aperture Priority, Shutter Priority, Manual
Titik Fokus: 9 titik sensor autofokus
Mode Drive: 5 frame per detik
Video: 1080P  30i
Media: SD/SDHC/SDXC
Dimensi: 133 x 100 x 79 mm
Bobot: 580 gram

Genap satu tahun, sama di bulan Agustus, Canon akhirnya meluncurkan EOS 700D sebagai pengganti EOS 650D. Waktunya bisa dikatakan berbarengan dengan keluarnya seri EOS 100D, kamera DSLR milik Canon berukuran paling mungil.

Walaupun kamera bersensor CMOS dengan standar APS-C ini hanya masuk dalam jajaran entry level, EOS 700D punya posisi yang istimewa bagi Canon. Kamera yang menawarkan resolusi efektif 18 Megapixel tersebut merupakan penarik utama gerbong Canon sehingga bisa merajai pasar kamera DSLR hingga saat ini. Berawal dari feature videonya yang berkualitas tinggi sejak dari seri  EOS 550D, banyak pehobi pemula menjadikan kamera tersebut sebagai pondasi untuk menggeluti dunia fotografi maupun videografi.

EOS 700D menawarkan performa dasar yang penuh dan kokoh yang jelas merupakan salah satu yang terbaik di setiap tingkat awal DSLR dengan kualitas gambarnya yang tinggi, fungsi yang bervariasi dari AF Live View dan perekaman film. LCD II Tampilan Jernih Sudut yang Bervariasi dengan kemampuan layar sentuh kapasitif serta desain baru dengan Pemutar Mode yang dapat berotasi 360 derajat dan Penyaring Kreatif akan menambah inspirasi dan ekspresi yang kreatif.
9 titik AF semua tipe silang
Kecepatan pemotretan bersambungan (Sekitar 5fps)
Monitor LCD II Tampilan Jernih dengan Sudut yang Bervariasi

Mengingat kesuksesan pendahulunya tersebut, espektasi besar tentunya selalu mengiringi kemunculan EOS 700D. Kira-kira, kejutan apa yang diberikan oleh Canon pada kamera tersebut?

Pada kenyataannya, perubahannya bisa dibilang sangat minim. Kalau disandingkan dengan pendahulunya, bodi dan konsep pengoperasian yang ditawarkan sangat mirip. Saat dibandingkan satu per satu, tombol, fungsi, dan posisinya bisa dikatakan tidak ada yang berubah. Dimensi bodinya pun sama, hanya bobotnya saja yang sedikit beda. Setelah dilakukan sedikit pengecekan, hanya di tombol putarnya saja yang mengalami perubahan. Di kamera yang baru, tombol putar yang terletak di bagian atas bodi dapat diputar hingga 3600. Hanya saja, tombol tersebut masih terasa sedikit kasar.

Setelah menengok ke dalamnya, tampilan serta struktur menunya pun tidak ada yang berubah. Hal ini membuat pengguna baru jadi lebih mudah beradaptasi. Feature touch screen yang mulai diperkenalkan di EOS 650D juga dipertahankan. Hanya saja, pemanfaatan feature touch screen-nya sedikit kurang efektif karena untuk memilih parameter yang diinginkan harus menekan tombol Quick Menu terlebih dahulu.

Kualitas Gambar    
Walaupun secara teknis tidak banyak mengalami perubahan, kehadiran EOS 700D tetap patut diperhitungkan karena Canon tetap menyertakan sejumlah feature menarik. Yang menjadi andalan utama tetaplah kombinasi antara sensor dan prosesornya. Penggunaan prosesor Digic 5, seperti yang dipakai di EOS 6D, berimbas besar pada kualitas gambarnya.
Hal pertama yang dilakukan untuk menganalisa kualitas gambarnya adalah memeriksa tingkat ketajamannya. Dalam hal ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan lensa 17-40 mm f/4. Di bagian ini, terbukti EOS 700D mampu bekerja dengan cukup baik.

Saat gambar yang disimpan dalam format JPEG, diambil di siang hari dengan ISO 100 pada f/11, diperbesar dalam ukuran sebenarnya, gambar menunjukkan detail yang sedikit lembut. Hal tersebut mengindikasikan kalau filter noise pada EOS 700D bekerja cukup agresif. Untuk memaksimalkan ketajamannya, parameter sharpness di picture style-nya perlu sedikit dinaikkan. Dalam format RAW, ketajaman gambar yang dihasilkan lebih baik.  

Sebagai kamera untuk pemula, yang cukup mengesankan dari EOS 700D adalah pengendalian noise-nya. Di ISO rendah bisa dikatakan tidak ditemukan noise sama sekali. Hal tersebut berlaku sampai di ISO 800. Sampai di ISO 3200, noise yang muncul masih terbilang rendah. Yang menyenangkan, gambar yang dimabil dengan ISO 6400 masih bisa digunakan. Tingkat noise-nya bisa ditekan kalau kita memotret di RAW.

Feature lain di EOS 700D yang cukup berpengaruh pada kualitas gambar adalah penggunaan 63 zone iFCL metering system. Teknologi yang mulai dikembangkan sejak dari lahirnya EOS 550D tersebut terbukti membuat kamera yang dilengkapi dengan 9 sensor AF-point tersebut mampu menghasilkan gambar dengan karakter warna yang natural dengan tingkat pencahayaan yang lebih akurat.

9 titik sistem Auto Fokus semua tipe silang

EOS 700D dilengkapi dengan fitur AF yang memastikan kecepatan, ketepatan dan bersambungan AF setiap saat. Saat memotret melalui jendela bidik, EOS 700D telah meningkatkan autofokus dengan 9 titik sistem AF semua tipe silang (termasuk titik tengah f/2.8 silang ganda ketepatan tinggi) untuk fokus yang akurat baik saat kamera dalam posisi potret atau lanskap. Sistem AF AI Servo memperoleh dan mempertahankan fokus yang konsisten dengan keandalan yang luar biasa.

ISO 100-12800 dan dapat ditingkatkan ke 25600 dalam mode H

Berkat Prosesor Gambar DIGIC 5, EOS 700D memiliki rentang ISO yang diperluas sebesar ISO 100-12800 (dapat ditingkatkan ke 25600 dalam mode H) yang membuat pemotretan dimungkinkan dalam situasi cahaya redup tanpa blitz. Bersamaan dengan salah satu lensa Canon EF atau EF-S dengan Penstabil Gambar Optik, EOS 700D dapat merekam gambar yang indah bahkan jika sumber cahaya terbatas.

Penyaring kreatif selama pemotretan Live View

EOS 700D memiliki tujuh penyaring kreatif berbeda yang dapat mengubah suasana dan efek visual dari setiap adegan tertentu. Penyaring Kreatif termasuk Efek Mata-ikan, Efek Kamera Mainan, Hitam dan Putih Berbintik, Fokus Halus, Efek Miniatur, Efek Seni Tebal dan Efek Cat Air. Karena penyaring dapat diterapkan ke gambar (RAW dan JPEG) setelah pemotretan, sangatlah mudah untuk mencoba beberapa efek pada pemotretan yang sama.

Dari sekian banyak faktor yang berkaitan dengan kualitas gambar, hal terakhir yang terasa kurang optimal dari kamera yang menawarkan sensitivitas sensor hingga ISO 25600 tersebut adalah dynamic range-nya. Walaupun sudah memanfaatkan feature Auto Lighting Optimizer dengan mengaturnya di level paling kuat, dynamic range yang dihasilkan terasa masih kurang luas. Contohnya, foto sunset yang diambil di pantai Ancol pada halaman sebelumnya.    

Kecepatan Autofokus Kamera  
Poin yang tidak kalah penting untuk menentukan performa kamera adalah kecepatan autofokusnya. Walaupun terkesan tidak terlalu mewah, karena hanya menawarkan 9 sensor AF-point,  autofokus EOS 700D tidak boleh dipandang sebelah mata. Untuk ukuran kamera DSLR entry level, autofokusnya cepat dan akurat. Terutama untuk sensor AF point pusatnya. Saat dipakai dalam kondisi minim cahaya pun, autofokusnya masih mampu bekerja dengan cara yang sangat mengesankan.

Yang paling unik terjadi saat kita bekerja pada mode Live View. Sensor autofokus dengan sistem phase detection-nya akan bekerja dengan cara cermin refleknya akan menutup dalam sesaat, dan akan terbuka kembali setelah fokusnya ditemukan dan terkunci. Walaupun akan terjadi “blank image” dalam sesaat, cara tersebut terbilang cukup efektif untuk mendapatkan titik fokus secara lebih cepat dan akurat.

Masih berkaitan dengan kecepatan, membaca spesifikasi teknis tidak bisa dilakukan secara mentah. Walaupun menawarkan kecepatan continuous drive hingga lima frame per detik, pada kenyataannya feature tersebut hanya optimal saat pengguna memotret dalam format JPEG. Di JPEG, dengan kartu memori yang memiliki write speed 35 MB per detik kita dapat memotret hingga 21 frame. Tetapi, saat menggunakan format RAW + JPEG, kecepatan mulai terganggu dari frame yang ke tiga.
GoPro merupakan sebuah action kamera yang memiliki kualitas HD, anti-air, anti-guncang dan mampu merekam video dengan kualitas yang bagus. Kamera Gopro ini memang dirancang untuk penggunaan di luar ruangan. Kamera aksi jenis ini sangat cocok digunakan oleh orang yang gemar berpetualang serta olah raga outdoor, seperti sepeda, motocross, surfing, terjun payung, dan lainnya. Kamera jenis ini didesain sedemikian rupa sehingga memiliki daya tahan yang lebih dibanding dengan kamera biasa pada umumnya, kamera Gopro ini memiliki daya tahan pada goncangan, air, tekanan serta cuaca yang ekstrim, serta memiliki segudang aksesoris tambahan untuk mendukung penggunaannya.

Kamera GoPro mendapatkan popularitas yang cukup tinggi bukan tanpa alasan, bentuknya yang kecil dan compact menawarkan hal yang berbeda dari kamera-kamera jenis lain. Selain bentuknya yang unik, kamera ini mampu menghasilkan video yang bagus. Dengan berbagai keunggulan diatas, ditambah fitur anti-air dan anti-debu mampu membuat kamera ini digunakan di berbagai kondisi dan keadaan.

Untuk saat ini ada 4 generasi berbeda dari kamera GoPro. 4 generasi ini adalah GoPro Hero 1, GoPro Hero 2, GoPro Hero 3 dan GoPro Hero 4. GoPro Hero 4 merupakan tipe terbaru dari kamera GoPro. Satu hal yang perlu di catat bahwa setiap generasi terbaru merupakan perkembangan dari generasi sebelumnya, semakin kecil angka dari produk tersebut, maka semakin minim fitur yang dimiliki kamera GoPro tersebut. Contoh, GoPro Hero 2 merupakan perkembangan dari GoPro Hero 1. Otomatis, fitur yang terdapat pada GoPro Hero 2 lebih banyak dan lebih baru dibandingkan dengan GoPro Hero 1.

Gopro bisa dianggap sebagai pelopor untuk kamera jenis ini, Tak heran bila ia kemudian menjadi pelopor berkat kualitas dan kehandalannya. GoPro sendiri merupakan perusahaan yang telah go public dengan nilai aset yang luar biasa besar dengan andalan produk hanya kamera saja.

Kelebihan yang dimiliki oleh GoPro
1. Tahan goncangan dan anti air
2. Kualitas video yang sangat baik
3. Terdapat aplikasi android/iphone untuk mengontrol kamera GoPro melalui koneksi WiFi
4. Bentuk kamera yang kecil sehingga memungkinkan untuk diletakkan dimana saja

Kekurangan GoPro
kekurangan GoPro yang paling sering dirasakan oleh para penggunanya adalah kapasitas baterai yang hanya mampu bertahan 1 hingga 2 jam saja. Kapasitas memori nya pun sangat kecil, sedangkan ukuran video yang direkam oleh GoPro berukuran sangat besar, untuk 1 jam video bisa sampai 20GB. Namun hal itu wajar karena fungsi awal GoPro memang hanya cocok untuk merekam momen yang dirasinya tidak terlalu lama. Kekurangan selanjutnya adalah hanya fokus di fitur merekam saja, sedangkan untuk fitur pengambilan gambar masih belum setara bila disandingkan dengan DSLR, dan kamera GoPro ini belum dilengkapi dengan Optical Image Stabilization sehingga bila terjadi guncangan saat merekam gambar akan cukup terasa, namun saat ini sudah tersedia software tambahan digital stabilization sehingga gambarnya tidak terlalu goyang goyang.
Harga aksesoris yang cukup mahal merupakan kekurangan tersendiri bagi kamera aksi GoPro. Harga GoPro black dibanderol sekitar $499, Silver $399 dan yang hero $129. Sedangkan untuk mountingnya mulai harga $20-$50. Jadi untuk dapat menggunakan GoPro dalam berbagai aktivitas, pengguna harus membeli mounting yang harganya relatif mahal.
Buat anda yang memiliki hobi dalam dunia fotografi, kamera pasti sudah menjadi salah satu teman terbaik bagi anda. Kamera digital seperti halnya barang elektronik lainnya, memerlukan perawatan yang ekstra. Hal ini dikarenakan kamera-kamera tersebut memiliki komponen-komponen elektronika yang sensitif dan mudah rusak bila kita ceroboh memegangnya. Berikut ini adalah cara merawat kamera DSLR :

Jagalah kebersihan lensa

Cara termudah untuk membersihkannya adalah dengan mengunakan cairah pembersih khusus yang disemprotkan pada permukaan lensa secara rutin. Jangan langsung menyemprotkan cairan pembersih ke lensa namun semprotkan terlebih dulu ke kain microfiber untuk selanjutnya diusapkan ke lensa hingga bersih.

Tempat penyimpanan kamera

Hal penting yang harus diperhatikan adalah cara penyimpanannya. Indonesia merupakan negara tropis dengan udara yang lembab akan mengakibatkan kamera anda berjamur. Agar tidak berjamur, idealnya simpan kamera anda dalam suhu antara 40 hingga 60 derajad celcius. Untuk mensiasatinya, simpanlah kamera anda saat tidak digunakan dalam waktu lama pada sebuah box kedap udara.

Jauhkan kamera dari air

Jangan biarkan kamera anda sampai basah kecuali kamera anda benar-benar waterproof atau water-sealed. jika kamera anda tidak tahan air, maka hindari tempat-tempat yang mengandung air sebab bisa merusak komponen yang ada di dalamnya.

Pakailah filter untuk melindungi lensa anda

UV Filter adalah pilihan tepat untuk melindungi lensa anda tanpa mempengaruhi hasil jepretan. Dengan memasang filter, proses untuk membersihkan debu akan jauh  lebih mudah. Berbeda dengan membersihkan lensa yang perlu ketelitian dan perlakuan ekstra hati-hati, membersihkan filter cukup simpel. Anda bisa mengusapnya dengan kain bersih untuk menghilangkan debu, dan tidak perlu terlalu berhati-hati sejauh filter tidak tergores.

Dengan memasang filter di lensa, anda tidak perlu bolak-balik membuka tutup lens cap begitu selesai mengambil satu jepretan. Jika filter terpasang, anda tidak perlu khawatir membiarkan kamera tanpa lens cap, sepanjang durasinya tidak terlalu lama.

Kalungkan selalu shoulder/neck strap saat mengambil gambar

Shoulder dan neck strap untuk mencegah kamera anda jatuh dan rusak permanen. Saat mengambil suatu obyek selalu kalungkan neck strap pada leher anda, bila mendadak ada suatu hal yang membuat kamera terlepas dari genggaman anda, neck strap akan menyelamatkan kamera anda.

Gunakan lens hood

Lens hood tidak hanya dipakai untuk kamera anda terlihat keren seperti halnya profesional. Lens hood berfungsi untuk mencegah cahaya berlebih yang masuk ke sensor kamera, yang dalam jangka panjang akan bisa merusak kepekaan sensor. Oleh karena itu, dalam kondisi matahari yang terik, sangat disarankan untuk memasang lens hood pada kamera DSLR anda.

Merawat baterai

Baterai merupakan sumber daya untuk menghidupkan kamera, perawatan yang baik akan memperpanjang usia pemakaian baterai kamera anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

- Jangan membeiarkan baterai terpapar pada suhu ekstrem diatas 43 C, karena akan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada baterai. Taruhlan baterai pada tempat yang sejuk dan kering
- Jangan mencharge baterai secara berlebihan. Bila charger telah menunjukkan baterai telah terisi penuh, segera cabut.
- Charge baterai sebelum maupun sesudah penyimpanan dalam jangka waktu lama. Dipakai atau tidak, baterai akan mengalami proses pelemahan, agar tetap awet maka baterai perlu diisi kembali.
- Lepaskan baterai dari kamera bila tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.
- Jangan mencampur penggunaan baterai kama dan baru, termasuk mempergunakan baterai dengan merk yang berbeda-beda.

Hati-hatilah saat memotret di laut

Kandungan garam air laut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Sesudah memotret di dekat laut, segera bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja dan jangan terlalu banyak. Setelah itu usap lagi dengan lap sehingga benar-benar kering.

Perhatikan perubahan arus listrik

Setiap kamera memiliki komputer di dalamnya. Hal ini berarti kamera anda cukup rentan dengan adanya perubahan arus listrik secara mendadak. Jika anda ingi menghubungkan kamera anda dengan komputer, pastikanlah anda telah mematikan kamera terlebih dulu sebelum melepas baterai dan kartu memori.

Selalu perhatikan suhu serta kelembaban

Kondisi yang terlalu lembab serta perubahan suhu yang terlalu ekstrem bisa membuat kamera anda berjamur, Untuk itu pastikanlah kamera anda tersimpan rapat ke dalam plastik atau plastik kedap udara (ziplock bag). Dalam penyimpanan, selalu jaga kamera di level 40-45% dan jika memungkinkan, masukkanlah kamera DSLR anda ke dalam dry box. Hindarilah meninggalkan kamera di dalam mobil dalam waktu yang lama, apalagi bila mobilnya terkena panas matahari secara langsung. Kamera memiliki rentang suhu aman dan akumulasi panas di dalam mobil beresiko melebihi rentang tadi.